Fortuga Virtual Gathering ke 20

Fortuga Virtual Gathering yang ke 20 dilaksanakan tanggal 29 Juli 2022 dengan judul “Cara Hemat Berkelana ke Manca Negara”

Presenter : Gaby Motuloh FA73

Moderator : Sapta Yadi TI73

MC : Nani Koespriani PL73

Jumlah Peserta : 74 Orang


Makalah Cara Hemat Berkelana ke Manca Negara
oleh Gaby Motuloh FA73

Presentasi Fortuga Virtual Gathering ke 20

Merencanakan Perjalanan oleh Gaby Motuloh FA73


Presentasi Fortuga Virtual Gathering ke 20

Safari Afrika oleh Gaby Motuloh FA73


Presentasi Fortuga Virtual Gathering ke 20

Wisata ke Ilulissat, Greenland, Kutub Utara oleh Gaby Motuloh FA73


Presentasi Fortuga Virtual Gathering ke 20

Yellowstone National Park USA oleh Gaby Motuloh FA73


Presentasi Fortuga Virtual Gathering ke 20

Life on a Cruise Trip oleh Gaby Motuloh FA73


Jalan-jalan yang diceritakan Gaby ini menarik sekali dari sudut geologi. Yellowstone itu sebenanrnya kaldera dari gunung berapi yang masih aktif, terlihat dari gejala volkanisme seperti hidrotermal, geyser, hot spring, dsb. Di bawah kaldera Yellowstone ada super volcano yang sudah 3 kali meletus, 2,1 juta tahun yg lalu, 1, 3 juta tahun dan terakhir 640 ribu tahun lalu.

Setiap letusan Yellowstone membentuk kaldera raksasa ukurannya sekitar 70X90 km2. Lebih besar dari Danau Toba, yang sebenarnya kaldera G. Toba yg pernah meletus 75 ribu tahun lalu. Letusan G. Toba itu terbesar sepanjang sejarah umat manusia (Homo Sapiens) yang mulai 250 ribu tahun lalu. Yellowstone meletus ketika manusia belum ada.

Perjalanan Gaby bersafari di Afrika Timur itu menjelajahi sebagian dari gejala geologi yang disebut East African Rift System. Benua Afrika sedang “robek,” sebagian sedang memisahkan diri. Afrika akan menjadi dua tectonic plate yang sekarang sedang memisahkan diri (rifting). Robekan itu menjadi padang2 rumput, danau2 yang luas, dan beberapa gunung berapi di sepanjang Afrika Timur.

Sekarang para ahli yang mempelajari asal usul manusia (Homo Sapiens) sudah sepakat bahwa seluruh umat manusia berasal dari nenek moyang yang sama, yang mulai berkembang di padang2 rumput dan danau2 di Afrika Timur itu, sekitar 250 ribu tahun lalu.

Dalam perjalanan di Alaska dan Kanada itu Gaby sebenarnya sedang menyaksikan gejala global terbaru yaitu global warming atau climate change. Tapi beda dengan Vulkanisme yang dilihat di Yellowstone atau Rifting yang disaksikan di Afrika Timur, mencairnya pegunungan bersalju dan gletser2 yang sedang terjadi di Alaska dan Kanada itu (dan juga diseluruh pegunungan bersalju di dunia) adalah akibat ulah manusia. Bukan gejala alam.

Sejak Revolusi Industri 1860an, dipakainya bahan bakar fosil mengeluarkan gas CO2. Gas CO2 itu menyelimuti atmosfir kita, bertahan diketinggian 10 km, ketinggian jet yang membawa kita terbang lintas benua. Akibat “selimut” CO2 itu sinar matahari yang sampai ke bumi dan kemudian dipantulkan oleh bumi, dipantulkan kembali oleh selimut CO2 itu balik ke bumi. Terjadi efek rumah kaca, dan bumi semakin panas. Hanya dalam 150 tahun pemanasan global itu mencairkan pegunungan bersalju dan sungai2 es (gletser) di seluruh pegunungan bersalju itu.

Sekarang perubahan cuaca sudah tidak bisa lagi dipungkiri, itu akibat ulah manusia. Dampaknya setiap musim panas bisa dilihat dari kebakaran hutan dan kekeringan di-mana2, dan juga banjir di-mana2. Gletser-gletser yang Gaby lihat di Alaska, Kanada, Greenland itu dari tahun ke tahun semakin menyusut.


Iwan Bungsu

Leave a Reply

Your email address will not be published.