Fortuga Hiking Race 2018

Foto Fortuga Hiking Race, Tahura 2 September 2018

Video Fortuga Hiking Race , Tahura 2 September 2018

Video2 Fortuga Hiking Race, Tahuta 2 September 2018

Foto2 Fortuga Hiking Race, Tahura 2 September 2018

Bincang-Bincang Sesar Lembang 8 Agustus 2018

Fortuga Hiking Race/IRFAN SUBHAN/PR

BANDUNG, (PR).- Ratusan pelari dari berbagai usia ikut ambil bagian pada Fortuga Hiking Race 2018 yang dilaksanakan di Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda, Kecamatan Ciburial, Kabupaten Bandung, Minggu, 2 September 2018.

Even ini diadakan oleh Forum Tujuh Tiga (Fortuga) yang merupakan wadah silaturahmi alumni Institut Teknologi Bandung angkatan tahun 1973 dari berbagai jurusan. Kegiatan ini meruapakan bagian dari rangkaian acara ulang tahun Fortuga ITB yang ke-45 tahun. Dalam rangkaian kegiatan tersebut selain mengadakan kegiatan sosial, Fortuga ITB Juga menyelenggaran even olah raga yaitu turnamen golf dan hiking race.

“Animo peserta sangat luar biasa, saya rasa kedepannya Fortuga Hiking Race ini bisa dijadikan sebagai sesuati yang rutin seperti even tahunan. Ini juga merupakan rangkaian dari acara hari ulang tahun Fortuga ITB yang ke-45. Sebelumnya sudah diadakan turnamen golf dan kegiatan sosial,”tutur koordinator kegiatan Fortuga Hiking Race, Vicky Gosal, saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Berbeda dengan even marathon atau lari lainnya, Fortuga Hiking Race ini lebih condong mendekatkan peserta dengan alam, karena rute yang dilaluinya pun merupakan perpaduan antara jalan aspal, berbatu, dan perbukitan.

Adapun rute yang harus dilalui oleh para peserta mulai dari Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda, simpang Maribaya, Sekejolang, Warung Bandrek, Ciburial, Tebing Keraton, dan finish kembali di Tahura.

“Mungkin banyak orang beranggapan Hiking Race ini identik dengan berjalan beda dengan trail run. Anggapan ini yang kita ingin rubah, karena peserta juga diharapkan bisa memecahkan rekor tercepat di jarak 17 kilometer,” katanya.

Vicky mengatakan, untuk kategori lomba tadinya dibagi dalam tiga kategori yaitu family, individual putra/putri, dan senior. Namun, karena jumlah pendaftar di kategori family tidak memenuhi kuota maka mereka dilebur untuk ikut di kategori senior.

Fortuga Hiking Race 2018 ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp 50 Juta. Sementara jarak tempuh yang harus dilalui oleh peserta dibagi dalam dua kategori yaitu 12 kilometer dan 17 kilometer dengan rute yang menantang adrenalin para peserta mulai dari lintasan jalan tanah, berbatu, aspal, dan paving block dengan melewati perkampungan, kebun, dan hutan homogen.

“Melalui lomba ini juga kita ingin mengedukasi para peserta tentang patahan Lembang, karena rute yang dilalui merupakan jalur dari patahan Lembang. Bahkan sebelum lomba kita akan melakukan diskusi tentang patahan Lembang ini,” ucapnya.

Salah seorang peserta Fortuga Hiking Race 2018, Winda Amalia mengatakan, kegiatan ini sangat berbeda dibandingkan dengan even sejenis yang pernah dia ikuti, karena selain harus melalui lintasan berbukit, peserta juga disajikan dengan suguhan pemandangan alam di sepanjang rute yang dilalui.

“Seru juga, kebetulan ikut dengan teman-teman di kantor. Rutenya cukup menantang apalagi tadi saat  naik ke arah Tebing Kraton. Mungkin, kalau bisa even ini bisa dijadikan agenda tahunan kedepannya,” tuturnya.***


 

Serunya Lomba Lari di Tahura Bandung Fortuga Hiking Race 2018

Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari
Cahya Setiawan pemenang kedua kategori senior detik detik sampai garis finish di lomba Lari Fortuga Hiking Race di Taman Hutan Raya (Tahura) Bandung, Minggu (2/9/2018).

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Fortuga Hiking Race 2018 digelar Forum 73 Institut Teknologi Bandung (ITB) di Taman Hutan Raya Bandung, Minggu (2/9/2018) pagi hari.

“Lomba ini selain memperingati ulang tahun Forum 73 ITB sebagai kampanye tentang bebas sampah,” ujar Petugas Pelaksana Fortuga Hiking Race Djuanda Bandung, Abdul Razak, Razak saat ditemui di Taman Hutan Raya Bandung, Minggu (2/9/2018).

Lomba ini terdiri tiga kategori, yaitu kategori familiy, kategori individu, dan kategori senior.

Jarak tempuh untuk kategori individu adalah 17 km dan jarak tempuh kategori senior sepanjang 12 km.

Razak menambahkan lomba lari ini mengambil tempat terbuka yang mempunyai lintasan jalan tanah, berbatu, melintasi kampung, kebun, dan hutan-hutan homogen.

Lomba dimulai dari Tahura Bandung melewati Goa Belanda, jembatan Maribaya, Tebing Keraton, SD Ciburial, Simpang Warung Bandrek, dan finis kembali di Tahura.

Cahya Setiawan pemenang kedua kategori senior detik detik sampai garis finish di lomba Lari Fortuga Hiking Race di Taman Hutan Raya (Tahura) Bandung, Minggu (2/9/2018). (Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari)

Usia peserta lomba ini pun beragam. Peserta tertua dalam lomba ini adalah 67 tahun.

Juara kedua kategori senior, Cahya Setiawan (67) mengatakan bahwa ia mengikuti lomba ini karena hobi berlari sejak SMP.

“Saya memang hobi dari SMP dan ingin mencoba lari di kontur lintasan yang berbatu dan berlari di tengah hutan, itu mempunyai sensi beda,” ujar Cahya saat ditemui setelah selesai pertandingan.

Juara pertama kategori senior bernama Bambang dengan nomor peserta 73.016 dan juara ketiga diraih Taufik dengan nomor peserta 73.044

Lomba lari ini diikuti peserta sebanyak 162 orang dari semua kategori.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Serunya Lomba Lari di Tahura Bandung Fortuga Hiking Race 2018, http://jabar.tribunnews.com/2018/09/02/serunya-lomba-lari-di-tahura-bandung-fortuga-hiking-race-2018.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Theofilus Richard


Fortuga ITB Gelar Hiking Race 2018

Kunjungan Fortuga/IRFAN SUBHAN/PR
WAKIL Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, Erwin Kustiman sedang memberikan penjelasan kepada perwakilan panitia Fortuga Hiking Race, saat berkunjung ke Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Senin 2 Juli 2018.*

BANDUNG, (PR).- Forum Tujuh Tiga (Fortuga) yang merupakan wadah silaturahmi alumni Institut Teknologi Bandung angkatan tahun 1973 dari berbagai jurusan, untuk pertamakalinya akan menggelar Fortuga Hiking Race 2018, yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 September mendatang.

Hiking Race ini Merupakan bagian dari rangkaian acara ulang tahun Fortuga ITB yang ke-45 tahun. Dalam rangkaian kegiatan tersebut selain mengadakan kegiatan sosial, Fortuga ITB Juga menyelenggaran even olah raga yaitu turnamen golf dan hiking race.

“Untuk tempat kegiatan akan kita lakukan di Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda di Dago Pakar. Adapun untuk jarak tempuh kita bagi dua yaitu 12 kilometer dan 17 kilometer,”tutur koordinator kegiatan Fortuga Hiking Race, Vicky Gosal, saat berkunjung ke Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Senin 2 Juli 2018.

Dia menambahkan untuk kategori lomba dibagi dibagi tiga yaitu family, individual, dan senior. Kategori family masing-masing peserta diikututiga orang yang terdiri dari ayah, ibu, dan satu anak.

Sementara individual dibadi dalam dua kategori yaitu putra dan putri, sedangkan senior peserta yang ikut serta di kategori ini minimal berusia 48 tahun. Sementara untuk rute lomba sendiri panitia telah menyiapkan lintasan mulai dari Tahura Djuanda, simpang Maribaya, Sekejolang, Warung Bandrek, Ciburial, Tebing Keraton, dan finish kembali di Tahura.

“Melalui lomba ini juga kita ingin mngedukasi para peserta tentang patahan Lembang, karena rute yang dilalui merupakan jalur dari patahan Lembang. Bahkan sebelum lomba kita akan melakukan diskusi tentang patahan Lembang ini,” tutur Vicky.

Nantinya, di sepanjang perjalanan para peserta bisa memperoleh sekilas sejarah mengenai patahan Lembang, karena masih banyak masyarakat yang sering mendengar ataupun membaca beritanya tetapi tidak mengetahui apa itu patahan Lembang.

Sementara itu even organizer Fortuga Hiking Race, Hendra Apriansyah didampingi Ibnu Rasyi Sidik mengatakan, untuk target peserta sendiri panitia membidik kegiatan ini diikuti minimal 500 peserta.

Adapun mengenai batasan usia, panitia membatsi minimal peserta yng bisa ikut berusia 15 tahun untuk kelas individual, semantara family batas usia anak-anak yang ikut serta mulai dari 7 tahun sampai dengan 16 tahun.

Hendra menambahkan, rute lintasan yang harus ditempuh bervariasi karena para peserta akan menempuh lintasan jalan tanah, berbatu, sapal, dan paving block dengan melewati perkampungan, kebun, dan hutan homogen.

“Sampai saat ini total hadiah untuk pemenanang sebesar Rp 50 juta, selain itu peserta akan mendapat kaos, tempat minum, dan medali finisher bagi peserta yang mampu melintasi finish sesuai dengan catatan waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Kunjungan perwakilan Fortuga ITB ini diterima oleh Wakil Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, Erwin Kustiman dan wartawan senior sekaligus alumni ITB angkatan 1973, Muhammad Ridlo ‘Eisy.***


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *