Bukittinggi Maret 2008

Kenangan Fortuga Tour ke Bukit Tinggi bisa dilihat di Slideshow Fortuga ke Bukittinggi 14-16 Maret 2008

Perjalanan Fortuga Ke Bukittinggi 14-16 Maret 2008

Hari Pertamo : Rombongan Fortuga ( Nani & suami, Darwanto & Uli, Agus, Enni, Titien& rekan , Yasmin,Gaby& putri,Ninet & putri, Sudi, Agus, iie & istri ) berangkat sebelum subuh hari Jumat tgl 14 Maret 08 utk mengantar rombongan ” ayam deh lapeh Fortuga ” ( Yadi & Firza / calon Bpk &Ibu Gubernur SumBar, Aries Firman, Fati, Ocan, Sofwandi & istri, Wely & keluarga dan..Muli .. bergabung di hari ke 2 ) utk pulang kampuang. Tiba di Padang jam 8.30 perjalanan dilanjutkan ke arah Bukit Tinggi, dalam perjalanan melihat air mancur ( bukan air terjun , menurut ambo ) dan sedikit foto-foto yg diambil oleh profesional Foto Fortuga / Gaby, lanjut menuju Lembah anai Brunch di Sate Mak Syukur….mmmmhhh lezat, yg paling banyak makan sate nya .. Ujang lebih dari 50 tusuk… Perjalanan dilanjutkan melihat macam- macam batu ; Batu Batikam dg sejarahnyo, Batu rajo-rajo , Batu Sangkar dan Rumah Gadang yg sudah terbakar. Jam 12.00 Berhenti , istrirahat utk ibu-ibu dan laki-laki melakukan Sholat Jumat dimana khotbahnya dicirikan dg pantun berdendang. Lunch at Lintau hosted by Sofwandi & family ; disambut dg cara adat pakai musik dan suruliang Padang + serah terima sirih dari tuan rumah yg diterima oleh Darwanto karena Chief ngga ada. Komentar Titin ini seperti acara adat perkawinan…. sayang ngga ada penganten nya ( maksud nya Pungky ngga ikut ), naik keatas rumah gadang dipersilahkan duduk…. tapi rombongan Fortuga salah duduk, dalam adat Minang Kabau laki-laki & ibu-ibu dipisahkan duduknya. Setelah diperbaiki formasi duduknya , acara dilanjutkan dg pantun bersambut pantun, walaupun makanan sudah dihidangkan , kita sebagai tamu belum diizinkan makan, walaupun perut dan mata sudah tidak tahan melahapnya. Untung Datuk Sofwandi sdh mempersiapkan pe mantun bayaran utk mewakili rombongan ayam den lapeh Fortuga… setelah dibalas pantun baru acara makan dimulai. Jangan tanya bagaiman lezatnya makanannya, sampai HP pun kita matikan supaya ngga ada gannguan. Setelah makan siang perjalanan dilanjutkan ke lembah Harau di bus bernyanyi ayam den lapeh ( karena ini satu-satunya lagu yg rekan-rekan kita hafal ) dilanjutkan Coffee Break at Echo Home Stay, sebelum check In Hotel The Hill & Nawawi Diner di Uni Cah Nasi kapau… ternyata semua rombongan ( kecuali Uli ) masih kuat makan.

Hari Keduo : Ninet dan Gaby sudah mulai mengerti dan berbaso padang, untuk selanjutnyo, gaet kito menerangkan dg baso padang. Panorama Ngarai Sianok & Gua Jepang , Kerajinan tenun Songket, kemudian berangkat ke Danau Maninjau dg kelok 44 , siang hari Lunch at Tanjung Alai Resto, disini jangan tanyo lezatnyo makanannyo, rombongan berebut Ikan bilis, sampai-sampai ocan nunggu dipenggorengan di dapur. Dari kita yg tidak ikut berebut ikan bilis, cuma Sudi… kilatannya dio cukup makan ceplok telor ( wah jauh-jauh ke Bukit tinggi makan hanya ceplok telor ??? ) Lagu di bus masih tetap ayam den lapeh…. Balik ke Bukit tinggi ; melihat kerajinan perak didaerah Kuto, mapir sebentar di tempat lahirnyo Firza/ Ambo , disuguhi Bika Mariana ( ketan bakar / khas daerah Kuto ), sampai di Bukit Tinggi wisata belanja di pasar dekat Jam Gadang yg anggka IV nya diganti dg IIII, Ibu-ibu belanja ; Ocan dan Yadi belanjo Kaset & VCD lagu-lagu Padang utk latihan nyanyi untuk nanti malam. Habis Magrib jemput Muli yg baru sampai, dilanjutkan ke acara Dinner Gulai Itik, Nyanyi solo oleh Ocan yg masih lagu ayam den lapeh, acara dilanjutkan dg KIM Game , acara berakhir sampai jam 11 malam.

Hari Ketigo : Setelah Breakfast di Hotel, ada acara Brunch makan Pical ( mungkin asal kata pecel nya orang solo…. nga tau yg mana yg duluan pecel Solo atau Pical Bukit Tinggi ) dan lamang tapai. Dalam perjalanan ke Padang Ninet sudah ngingetin Panitia / Nani & Ujang nanti siang makan dimana… kalo jadwal makan, kita tidak perlu kuatir Ninet pasti ingetin kita semua. Stop sebentar beli kolek labuh ( gurih banget ) semua makan di bus dg sendok, cuma Muli yg ngga berani makan… mungkin persiapan utk makan siang ikan bakar di tepi pantai kota Padang… bumbu nya wah enak banget….Setelah shalat diteruskan Padang City Tour ngelewatin rumah nya Linda dan Ambo. 16.30 Handling Over Boarding Pass. Jam 20.000 sampai lagi di CKG. Melengkapi cerita’an dari I’ie: Syukur alhamdulillah bahwasanya semua anggota rombongan telah tiba kembali dirumahnya masing2 dlm keadaan sehat wal’afiat dan di kesempatan ini kita semua menyatakan terimakasih yg sebesar-besarnya kepada: 1. Nani dan Ujang yg telah memimpin rombongan, mengatur koordinasi dng Tour Leader dan pihak2 terkait dng kegiatan tour, termasuk persiapan yg dilakukan utk Tenaga Dokter yg disiagakan baik di Padang maupun Bukittinggi karena kuatir bahwasanya Tour Kuliner yg dilakukan akan membawa risiko tertentu bagi para anggota yg “oversek” 2. “Datuk” Sofwandi, penjunjung daerah Lintau, yang telah mengundang rombongan Fortuga dengan suatu perjamuan adat yg dihadiri oleh para pemuka adat setempat dan para pamong daerahnya. Ane Cuma kebagian cerita aja, tapi overall acara perjamuan tsb mendapatkan pujian 2 thumbs dari para anggota rombongan, terutama utk aneka hidangannya yg licin-tandas disapu bersih … 3. Ibu Mien Sudarpo yg melalui Nani telah mengijinkan kita untuk menggunakan fasilitas penginapan “Pondok Nawawi”, penginapan yg suasana dan sarananya sangat nyaman, serasa dirumah sendiri. Di malam kedua, rombongan Fortuga mendapat kehormatan dari Walikota Bukittinggi (yg berhalangan hadir) dengan sajian tari2an Tradisional yg dibawakan dengan menarik oleh Grup Tari setempat. Acara KIM berlangsung dengan meriah selama sktr 2 jam, dan para anggota rombongan juga bergantian menyumbangkan suara merdunya. Termasuk acara “Mamamia” yg dibawakan oleh Ninet dan Gaby dng putrinya masing2. What a wonderful night … Kalau melihat nafsu dan kemampuan makan dari poroFortuga, sepertinya yg namanya kolesterol memang adanya cuma di Prodia … Sekedar tahu aja, sobat kita Aries/SI73 telah menyiapkan dirinya sejak 3 bulan yg lalu, diet berat agar bisa membuat revanche/kompensasi pada saat Tour Kuliner … Bukan main … Rasanya perjalanan tsb sangat-sangat bisa dinikmati oleh para pesertanya dan insya Allah kita akan mengadakan perjalanan barengan lagi di waktu mendatang dengan tujuan lain di negeri ini, yg nantinya juga bisa kita rekomendasikan kepada Meneer DirJen: Broer Ipem … Monggo, temen2 anggota rombongan yg lainnya, silahken utk menambahi lebih lanjut … Tabek, Muli.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *